Titik impas adalah jumlah penjualan minimum yang membuat pendapatan usaha sama dengan seluruh biayanya. Selama penjualan masih di bawah angka itu, usahamu berjalan dengan uang sendiri. Cara menghitung titik impas usaha kecil berikut berjalan langkah demi langkah, mulai dari memilah biaya sampai memakai hasilnya untuk keputusan harian.
Siapkan Data Biaya Sebelum Menghitung
Hitungan titik impas hanya seakurat data biaya yang kamu masukkan. Ambil catatan pengeluaran tiga bulan terakhir, lalu kelompokkan setiap pos menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Jangan menebak angkanya kalau catatan masih ada.
Biaya tetap
Biaya tetap adalah pengeluaran yang jumlahnya tidak berubah walaupun penjualan naik atau turun. Sewa tempat, gaji karyawan tetap, langganan listrik dasar, dan cicilan peralatan masuk ke sini. Biaya seperti ini tetap harus dibayar meski bulan itu tidak ada satu pun penjualan.
Biaya variabel
Biaya variabel mengikuti volume penjualan. Bahan baku, kemasan, ongkos kirim, dan komisi penjualan termasuk di dalamnya. Untuk menghitung titik impas per unit, kamu butuh biaya variabel per unit, bukan total biaya variabel sebulan.
Kalau uang usaha dan uang pribadi masih tercampur, pisahkan dulu sebelum menghitung apa pun. Cara memisahkan keuangan pribadi dan bisnis untuk pemilik usaha menjelaskan langkah pemisahannya, termasuk membuat rekening terpisah dan menetapkan gaji pemilik.
Rumus Titik Impas per Unit
Rumus dasarnya: biaya tetap dibagi selisih antara harga jual per unit dan biaya variabel per unit. Selisih itu disebut margin kontribusi, yaitu uang yang tersisa dari setiap penjualan untuk menutup biaya tetap.
Titik impas (unit) = Biaya tetap / (Harga jual per unit - Biaya variabel per unit)
Contoh:
Biaya tetap per bulan = Rp 12.000.000
Harga jual per unit = Rp 50.000
Biaya variabel per unit = Rp 30.000
Margin kontribusi = Rp 20.000
Titik impas = 12.000.000 / 20.000 = 600 unit per bulan
Dari contoh di atas, usaha harus menjual 600 unit dalam sebulan agar tidak rugi. Setiap unit ke-601 dan seterusnya menyumbang Rp 20.000 ke laba. Angka ini berlaku selama harga jual dan struktur biaya tidak berubah.
Versi Rupiah untuk Usaha Campuran Produk
Banyak usaha kecil menjual beberapa produk sekaligus dengan harga berbeda. Menghitung titik impas per unit jadi rumit karena setiap produk punya margin kontribusi sendiri. Solusinya, hitung titik impas dalam rupiah penjualan memakai rasio margin kontribusi.
Rasio margin kontribusi = (Penjualan - Total biaya variabel) / Penjualan
Contoh:
Penjualan sebulan = Rp 40.000.000
Total biaya variabel = Rp 24.000.000
Rasio margin kontribusi = 16.000.000 / 40.000.000 = 0,4 atau 40%
Titik impas (rupiah) = Biaya tetap / Rasio margin kontribusi
= 12.000.000 / 0,4 = Rp 30.000.000
Artinya, usaha perlu mencapai penjualan Rp 30.000.000 sebulan untuk berada di titik impas. Karena penjualan aktual di contoh ini Rp 40.000.000, usaha sudah melewati titik impas dan menyisakan margin di atasnya.
Urutan Langkah Menghitung dari Nol
Ikuti urutan berikut agar hitunganmu rapi dan tidak ada pos biaya yang terlewat.
- Kumpulkan catatan pengeluaran minimal tiga bulan terakhir dari rekening usaha dan bukti pembelian.
- Tandai setiap pos sebagai biaya tetap atau biaya variabel. Pos yang sifatnya campuran, seperti listrik, pisahkan porsi dasarnya (tetap) dan porsi pemakaian produksi (variabel).
- Jumlahkan seluruh biaya tetap per bulan untuk mendapatkan angka pembilang.
- Tentukan harga jual per unit dan biaya variabel per unit untuk produk yang paling banyak terjual.
- Hitung margin kontribusi per unit, lalu bagi biaya tetap dengan angka itu.
- Ulangi dengan versi rupiah kalau kamu menjual lebih dari satu jenis produk.
- Bandingkan hasilnya dengan rata-rata penjualan bulananmu saat ini.
Kalau biaya tetap terasa terlalu besar dibanding penjualan, susun ulang anggaran operasional bulanan usaha kecil sebelum memutuskan langkah lain. Sering kali yang perlu dirapikan adalah pos-pos tetap yang menumpuk, bukan harga jualnya.
Membaca Hasil dan Memakainya untuk Keputusan
Angka titik impas bukan sekadar formalitas laporan. Ada beberapa keputusan praktis yang bisa kamu ambil setelah angka itu muncul.
- Menilai kelayakan harga. Kalau titik impas per unit jauh di atas kapasitas produksi harianmu, harga jual atau biaya bahan perlu ditinjau.
- Menetapkan target penjualan harian. Bagi titik impas bulanan dengan jumlah hari buka untuk mendapatkan target minimum per hari.
- Mengukur dampak diskon. Diskon menurunkan margin kontribusi, sehingga titik impas naik. Hitung ulang sebelum memasang promo.
- Merencanakan penambahan biaya tetap. Sebelum menyewa tempat baru atau menambah karyawan, hitung berapa unit tambahan yang harus terjual agar titik impas baru tetap tercapai.
Untuk rencana yang lebih besar, misalnya membuka cabang, kamu perlu menghitung modal tambahan secara terpisah. Panduan cara menghitung modal usaha kecil sebelum buka cabang membantu memerinci kebutuhan dana dan biaya tetap baru yang akan mengubah titik impas.
Kesalahan yang Sering Membuat Hitungan Melenceng
Beberapa kekeliruan kecil bisa membuat hasil hitungan jauh dari kenyataan. Perhatikan poin berikut.
- Memasukkan biaya variabel per unit sebagai total biaya variabel sebulan, sehingga margin kontribusi terlihat lebih kecil dari seharusnya.
- Lupa memasukkan gaji pemilik sebagai biaya tetap. Usaha terlihat untung padahal pemiliknya belum dibayar.
- Menghitung penyusutan peralatan sebagai biaya variabel, padahal nilainya tetap setiap bulan.
- Memakai harga jual sebelum diskon sebagai dasar, sementara penjualan aktual sebagian besar terjadi saat promo.
- Menghitung sekali lalu tidak memperbarui angka setelah harga bahan naik.
Hitung ulang titik impas setiap kali ada perubahan harga bahan, harga jual, atau biaya tetap. Untuk usaha yang sudah punya beberapa lini produk, pemakaian software akuntansi UMKM bisa mempercepat pembaruan data biaya dan penjualan.
Ringkasan
Titik impas didapat dengan membagi biaya tetap dengan margin kontribusi per unit, atau dengan rasio margin kontribusi bila produkmu beragam. Pemisahan biaya yang rapi dan pembaruan angka secara berkala menentukan ketepatan hasilnya. Setelah angkanya diketahui, target penjualan harian dan keputusan harga jadi lebih mudah dipertanggungjawabkan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah titik impas harus dihitung per bulan?
Periode bulanan paling praktis karena sebagian besar biaya tetap usaha kecil, seperti sewa dan gaji, dihitung per bulan. Kamu bisa membaginya dengan jumlah hari buka untuk mendapatkan target harian.
Apa yang harus dilakukan kalau penjualan selalu di bawah titik impas?
Tinjau dua sisi sekaligus: apakah harga jual terlalu rendah atau biaya tetap terlalu besar. Menambah volume penjualan tanpa memperbaiki margin hanya menambah beban kerja. Mulai dari pos biaya tetap yang bisa dikurangi atau dinegosiasikan ulang.
Bagaimana kalau biaya bahan berubah setiap bulan?
Gunakan rata-rata biaya variabel per unit dari tiga bulan terakhir, lalu perbarui angkanya saat kenaikan bahan cukup besar. Hitungan titik impas bersifat perkiraan kerja, bukan angka permanen.